Senin, 03 Mei 2010

+ Cedera Jaringan Lunak

Benturan atau terkena benda tajam terkadang menimbulkan dampak memar hingga keluarnya dari tubuh. Di sini kita akan membahas pendarahan dan syok

Kenapa bisa terjadi perdarahan?
Pendarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh benturan (taruma/penyakit). Pendarahan yang besar merupakan penyebab syok yaitu suatau kondisi dimana beberapa sel dan alat tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah yang adekuat).
Perdarahan dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Perdarahan luar ( terbuka )
2. Perdarahan dalam ( tertutup)

PERDARAHAN LUAR (TERBUKA)
Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah yang disertai kerusakan kulit, yang memungkinkan darah keluar dari tubuh. Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan luar dibedakan menjadi :
1. Perdarahan Arteri
Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar meyembur sesuai dengan denyut nadi dan berwarna merah terang karena masih kaya akan oksigen
2. Perdarahan Vena
Darah yang keluardai pembuluh vena mengalir, berwarnah merah gelap karena mengandung karbondioksida
3. Perdarahan Kapiler
Berasal dari pembuluh kapiler, darah yang keluar merembes. Perdarahan ini sangat kecil sehingga hampir tidak memiliki tekanan. Warnanya bervariasi antara merah terang dan merah gelap.

Pengendalian Perdarahan Luar
1. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan)
2. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi kehilangan darah
3. Tekan pada titik tekan, yaitu arteri di atas yang mengalami perdarahan. ada beberapa titik tekan yaitu :
  • Arteri Brakialis (arteri di lengan atas)
  • Arteri Radialis (arteri dipergelangan tangan)
  • Arteri Femoralis ( arteri di lipatan paha)
Penanganan Perdarahan Luar
1. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita
2. Jangan menyentuh hidung, mulut, mata, dan makanan sewaktu memberi perawatan
3. Cucilah tangan seterah selesai memberikan perawatan
4. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita dengan baik

PERDARAHAN DALAM (TERTUTUP)
Benturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam. Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat, kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fifik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme kejadian.

Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain :
- Cedera pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian dalam juga mengalami cedera
- Adanya memar disertai adanya nyeri pada tubuh pembengkakan terutama di atas alat tubuh penting
- Nyeri, bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak
- Nyeri tekan atau kekakuan pada dinding perut
- Muntah darah
- Buang air besar berdarah, baik segar maupun darah hitam
- Luka tusuk, khususnya pada batang tubuh
- Darah atau cairan mengalir dari hidung atau telinga
- Buang air kecil campur darah

Penanganan Perdarahan Dalam
1. Baringkan penderita
2. Periksa dan pertahankan Air, Breath, Circulation (ABC)
3. Periksa nadi dan pernapasan secara berkala
4. Rawat sebagai syok (lihat syok)
5. Jangan berikan makan atau minum
6. Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat

SYOK
Syok adalah suatu kondosi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital (terutama otak, jantung dan paru-paru)
tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi.

Kenapa syok terjadi?
1. Kegagalan jantung memompa darah
2. Kehilangan darah dalam jumlah besar
3. Pelebaran pembuluh darah yang luas

Waspadai Syok !! 
Tanda :
1. Nadi cepat dan lemah
2. Nafas cepat dan dangkal
3. Kulit pucat, dingin dan lembab
4. Wajah pucat dan kebiruan(sianosis) pada bibir, lidah dan cuping telinga
5. Pandangan hampa dan pupil mata melebar
6. Perubahan keadaan mental (gelisas, cemas)

Gejala :
1. Mual, mungkin disertai muntah
2. Haus
3. Lemah
4. Pusing (vertigo)
5. Tidak nyaman dan takut

Penanganan :
1. Bawa penderita ketempat teduh dan aman
2. Tidurkan terlentang
3. Tinggikan tungkai
4. Longgarkan pakaian penderita
5. Selimuti agar tidak kehilangan panas tubuh
6. Jaga agar jalan napas tetap baik
7. Kontrol perdarahannya atau rawat cedera lainnya bila ada
8. Jangan beri makan dan minum
9. Periksa tanda vital secara berkala 
10.Rujuk kefasilitas kesehatan 


Sabtu, 24 April 2010

+ Penilaian Korban

APAYANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN?

Tindakan penilaian korban terdiri dari :

1. PENILAIAN KEADAAN
Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar.Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.

      Perhatikan :
      Bagaimana kondisi pada saat itu ?
      Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
      Bagaimana mengatasinya?

                                                INGAT !
                              Amankan diri sendiri terlebih dahulu,
                                  keselamatan penolong nomor 1

        Di  lokasi

Secara umum tugas seorang penolongsaat tiba di lokasiadalah:
  • Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi kejadian
  • Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan
  • Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanismecedera )
  • Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa
  • Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan
  • Minta bantuan bila diperlukan 
Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
           -  Kejadian itu sendiri
           -  Penderita (bilasadar)
           -  Keluarga (Saksi)
           -  Mekanisme kejadian
           -  Perubahan bentukyang nyata (cedera yang jelas )
           -  Gejala atau tanda khassuatu cedera atau penyakit.


2.  PENILAIAN PENDERITA

   Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :

a.  Kesan umum
Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut.
-KasusTrauma : Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa
Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat atau  teraba. Misalnya luka terbuka, memar, patah tulang dan lain sebagainya 
-KasusMedis : Kasusyang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda-paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.

   b.  Memeriksa kesadaran
       Ada empat tingkatan kesadaran penderita,yaitu :
       1. Awas = Alert
       2. Suara = Voice
       3. Nyeri =  Pain
       4. Tidak Respon =  Un Respon

                            selalu ingat ASNT = AVPU

   c.  Memastikan jalan napas terbuka dengan baik
       Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi.

 d.   Untuk menilai pernapasan
       Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus
       menilai pernapasan penderita dengan cara :
       Lihat
       Dengar
       Rasakan


 e. Menilai Denyut Nadi
     Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang  diperiksa adalah di bagian leher (Carotis) 

f.  Hubungi Bantuan
    Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

                            JANGAN LUPA!!!

           Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu...
PMI, AMBULANCE, POLISI, RUMAH SAKIT, PEMADAM KEBAKARAN

3.  PEMERIKSAAN FISIK
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.

Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik
1. Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban
2. Apakah ada Luka terbuka (terlihatjelas) pada tubuh korban?
3. Apakah  korban merasakan Nyeri saat  bagian tubuhnya kita raba atau tekan
4. Apakah ada Bengkak pada tubuh korban?
        Agar lebih mudah mengingatnya, kita menyebut tanda-tanda tersebut dengan isilah PLNB.

    Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
           1.  Kepala : Telinga, Hidung, Mata, Mulut
           2.  Leher
           3.  Dada
           4.  Perut
           5.  Punggung
           6.  Panggul
           7.  Anggota gerak atas dan bawah.

    PENTING!
          Pada pemeriksaan anggota
          gerak selain PLNB juga
          lakukan pemeriksaan gerakan
          sensasi dan sirkulasi.

    4.   PEMERIKSAAN DENYUT NADI
    Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan  melebar dan berkonstraksi saat darah melaluinya. Nadi adalah gelombang tekanan yang dihasilkan oleh denyut jantung

           Denyut nadi dapat diperiksa di bagian :
           -  Leher (Pembuluh nadi leher/Arteri karotis )
           -  Lenganatas (Pembuluh nadi lenganatas/Arteri brakialis)
           -  Pergelangan tangan (Pembuluh nadi pergelangan tangan/A. radialis)
           -  Lipat paha (Pembuluh nadi lipat paha/A.femoralis)

           Cara memeriksa nadi: 
    -  Pasien berbaring atau duduk dengan tenang 
    -  Raba nadiyang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah 
    -  Tekan sedikit sampai nadi teraba, lalu mulai menghitung sambil melihat penunjuk detik pada jam . 
    -  Bila denyut nadi teratur, nadi diperiksa selama 15 detik  dan hasilnya dikalikan  4 untuk mendapatkan denyut nadi permenit. Bila denyut nadi tidak teratur, harus diukur selama 60 detik 
    -  Laporkan juga teratur atau tidak, kuat atau lemah denyut nadi penderita

     Denyut Nadi
           Bayi             : 120– 150X/menit
           Anak           :80 – 150X/menit
           Dewasa       :60 – 90 X/menit

    5. PEMERIKSAAN PERNAPASAN
    Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa frekwensi pernapasannya sedang dihitung. Genggam tangan penderita lalu letakkan diatas diatas dada atau perut penderita, lalu amati gerakkan naik turunnya.Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan napas (satu kali  gerakan naik dan turun).  Pernapasan dihitung selama 30 detik, lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi pernapasan permenit.

       Frekuensi Pernapasan
       Bayi       :25 – 50X/menit
       Anak       : 15– 30X/menit
       Dewasa     : 12– 20 X/menit

    6. PEMERIKSAAN SUHU
    Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Apakah ada peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan dengan menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher. Kelembaban kulitjuga harus dinilai (berkeringat/kering)

                      Warna kulit juga perlu dinilai.
    Pucat 
    Dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah 
    Kemerahan  
    Tekanan darah tinggi, keracunan alkohol, luka bakar, demam, penyakit infeksi 
    Kebiruan (sianosis)  
    Kurangnya oksigen dalam darah. 
    Kekuningan  
    Sering merupakan tanda gangguan hati 
    Biru kehitaman  
    Tanda perdarahan bawah kulit
    Suhu kulit Normal 37'C

    RIWAYAT PENDERITA

       Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat dilakukan dengan penderita, keluarganya atau saksi  mata.  Riwayat penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim KOMPAK . 

    K =  Keluhan utama 
    Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita. Gejala adalah hal-hal yang hanya dapat  dirasakan  oleh  penderita  misalnya  nyeri,  pusing. Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab, hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka.
    O = Obat – obatan yang diminum 
    Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.
    M =  Makanan / Minuman terakhir 
    Hal  ini  dapat  dijadikan  dasar  terjadinya  kehilangan  kesadaran pada penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai pembedahan di RS.
    P =  Penyakityang diderita 
    Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh :asma dan jantung.
    A =  Alergi yang Dialami 
    Perlu dicari apakah  penyebab pada penderita ini  mungkin merupakan suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu. umumnya penderita atau  keluarga sudah  mengetahuinya dan  sudah  memahami  mengatasi keadaan itu.
    K =  Kejadian 
    Kejadian  yang  dialami  penderita  sebelum    kecelakaan  atau  sebelum timbulnya. Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini.

    INGAT!!!
    Penolong tidak membuat diagnosa, tetapi dapat membuka kesimpulan berdasarkan hasil temuannya.

    PEMERIKSAAN BERKALA

    Usahakan pemeriksaan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebelum mendapat pertolongan medis. Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali : 
    -  Tingkat kesadaran 
    -  Nilai kembalijalan napas dan perbaii bila perlu 
    -  Nilai kembali pernapasan,frekuensi dan kualitasnya 
    -  Periksa kembali nadi penderita 
    -  Nilai kembali keadaan kulit :Suhu, kelembaban dan kondisinya 
    -  Periksa  kembali   secara  seksama    mungkin    ada  bagian   yang  belum diperiksa atau sengaja di lewati -  Nilai kembali penatalaksanaan penderita (secara keseluruhan) 
    -  Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman.

    PELAPORAN

    Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas maka semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara singkat dan jelas kepada penolongselanjutnya. Dalam laporan sebaiknya dicantumkan :
       -  Umurdan jenis kelamin penderita
       -  Keluhan utama
       -  Tingkat kesadaran
       -  Keadaan jalan napas
       -  Pernapasan
       -  Denyut nadi
       -  Pemeriksaan yang penting
       -  KOMPAK yang penting
       -  Penatalaksanaan
       -  Perkembangan lainnyayang dianggap penting

    Sabtu, 17 April 2010

    + Anatomi dan Faal Dasar

    Dalam melakukan Pertolongan Pertama(PP), Kita juga harus tahu apa itu Anatomi dan Faal Dasar.

    Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Yaitu ilmu yang mempelajari susunan dan bentuk tubuh. Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari fungsi bagian dari alat atau jaringan tubuh disebut Fisiologi.

    POSISI ANATOMIS

    Adalah posisi dimana tubuh kita berdiri tegak, kedua lengan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan.

    Berdasarkan posisi anatomis ini dikenal ada tiga bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua
    bagian,yaitu: 
    1. BidangMedial 
    Bidang khayal yang  membagi tubuh menjadi dua, yaitu kiri dan kanan 
    2. Bidang Frontal 
    Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan belakang (posterior) 
    3. BidangTransversal 
    Bidang khayal yang  membagi tubuh menjadi dua, yaitu atas (superior) dan bawah (inferior).

    BAGIAN-BAGIANTUBUH MANUSIA
     
    Tubuh  manusia   dilindungi oleh  kulit dan  diperkuat  oleh  rangka.
    Umumnyatubuh manusia dibagi menjadi 5 bagian,yaitu :
    1.Kepala 
    Terdiri dari : Tengkorak, wajah dan rahang bawah 
    2. Leher
    3. BatangTubuh 
    Terdiri dari : Dada, perut, punggung dan panggul 
    4.Anggota GerakAtas 
    Terdiri dari : Sendi bahu, Lengan atas Siku, Lengan bawah, Pergelangan tangan, Tangan 
    5.Anggota Gerak Bawah 
    Terdiri dari : Sendi panggul, Tungkai atas (paha), Lutut, Tungkai bawah, Pergelangan kaki, Kaki

    TENTANG RONGGA
     
    Selain pembagian tubuh, ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga yaitu :

    1.RonggaTengkorak 
    Rongga ini berisiotak dan melindunginya.
     
    2. RonggaTulang Belakang 
    Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord” terbentuk dari rongga-rongga tulang belakang menyatu    membentuksuatkolom.
     
    3. Rongga Dada 
    Sering juga disebut rongga toraks. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru,   pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran pernapasan.
     
    4. Rongga Perut 
    Rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah abdomen. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pancreas dan lainnya.

    5. Rongga Panggul 
    Rongga ini dibentuk oleh tulang – tulang panggul, berisi kandung kemih, sebagian  usus besar dan organ reproduksi dalam. 

    SISTEM TUBUH

    Sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi
    tertentu.Ada beberapasistem pada tubuh manusia :

    1. Sistem Rangka (Kerangka/Skeleton) 
    Fungsi rangka: Menopang bagian tubuh, Melindungi organ tubuh, Tempat melekatotot dan pergerakan tubuh, Memberi bentuk tubuh

    2. Sistem Otot (Muskularis) 
    Merupakan suatu organ atau alatyang berfungsi menggerakkan tubuh

    3. Sistem Pernapasan (Respirasi) 
    Ada dua sistem pernapasan: 
    a. Pernapasan Dalam, Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida  yang terjadi dalam Jaringan. 
    b. Pernapasan Luar, Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru-paru.

    4. Sistem Peredaran Darah 
    Peredaran darah terdiri : 
    - Peredaran darah kecil :
      Jantung   Paru-paru (terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gaskarbon dioksida)  Jantung.
    - Peredaran darah besar :
      Jantung  pembuluh nadi  semua bagian tubuh (terjadi pemberian oksigen serta pengambilanzat sampah di kapiler)  Pembuluh balik Jantung.

    5. Sistem Saraf (Nervus) 
    Organ yang berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan bagian tubuh.

    6. Sistem Pencernaan (Digestif) 
    Saluran yang menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna (proses telan, kunyahdan mencampur) dengan bantuan enzim dan zat cair mulai mulutsampai anus.

    7.  Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin)
    Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah dalam jaringan kelenjar  tamp melalui saluran dan hasil sekresi ini disebut hormon.

    8.  Sistem Kemih (Urinaria)
    Proses penyaringan darah untuk menyerapzat yang digunakan tubuh yang membebaskan dari zat yang tidak digunakan.

    9.  Kulit
    Adalah lapisan jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan  tubuh  dan  yang  berhubungan  dengan  selaput  lendir yang melapisi rongga-rongga, lubang masuk.

    10. Panca Indera
    Pancaindera adalah organ untuk menerima jenis rangsangan atau stimulus tertentu.Terdiri dari :
    Indera Penglihatan (Mata)
    Indera Pendengaran (Telinga)
    Indera Penciuman (Hidung)
    Indera Pengecap (Lidah)
    Indera Perasa/Peraba (Kulit)

    11.  Sistem Reproduksi
    Terdiri dari Sistem reproduksi Priadan Sistem reproduksiWanita.

    + Pentingnya Pertolongan Pertama


    Kamu pasti udah tau kan kalo kecelakaan dan musibah bisa datang kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa aja. Dalam setiap kejadian itu pastilah ada penderita cedera baik yang mengalami luka berat maupun luka ringandan membutuhkan Pertolongan Pertama yang cepat dan tepat. 

    Pertolongan   Pertama    yaitu   pemberian    pertolongan    segera  kepada penderita  sakit  atau  cedera/kecelakaan  yang  memerlukan  penanganan medis dasar.

    Tentang Medis Dasar...
    Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat  yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama

    Ini diayang disebut PENOLONG PERTAMA
    Penolong yang  pertama kali tiba di tempat kejadian, yang  memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

    Tujuan Pertolongan Pertama:
         1. Menyelamatkan jiwa penderita
         2. Mencegah cacat
         3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

    Dasar Hukum
    Seorang   petugas   Pertolongan   Pertama   ternyata   ada  aturan   undang- undangannya lho…

    a. Memberikan Pertolongan :
    Pasal 531 K UH P
    Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan  pertolongan  kepadanya sipenderita sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidakakan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum   kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak- banyaknya Rp4.500,-
    Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45, 165, 187,304 s, 478, 525, 566.

    b. Kerahasiaan :
       Pasal 322 K UH P
    1.  Barang  siapa dengan sengaja membuka suatu  rahasia yang  wajib menyimpannya  oleh karena  jabatan  atau pekerjaannya  baik yang sekarang maupunyang dahulu dipidana dengan pidana penjara selama- lamanya9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp9.000,-
    2.  Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu, maka perbuatan itu hanya  dapat dituntut atas pengaduanorang lain. 

    Seorang  Penolong  Pertama  mempunyai  KEWAJIBAN  sebagai berikut:
    1. Menjaga  keselamatan  diri, anggota  tim,  penderita  dan  orang  di sekitarnya
    2. Menjangkau penderita
    3. Mengenali dan mengatasi masalahyang mengancam nyawa
    4. Meminta bantuan / rujukan
    5. Memberikan  pertolongan  dengan   cepat  dan  tepat sesuai keadaan penderita
    6. Membantu penolong yang lain
    7. Menjaga kerahasiaan medis penderita
    8. Melakukan komunikasi dengan petugas lainyang terlibat
    9. Mempersiapkan  penderita untuk ditransportasi/dirujuk ke fasilitas kesehatan

    Kualifikasi Penolong Pertama :
    1.       Jujur dan bertanggungjawab
    2.       Profesional
    3.       Mempunyai kematanganemosi
    4.       Mampu bersosialisasi
    5.       Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi
    6.       Mempunyai kondisifisik baik
    7.       Mempunyai rasa bangga

                                       PENTING!
                 Penolong juga perlu minta izin sebelum menolong

    PersetujuanTindakan Pertolongan
    Ada   dua  bentuk   persetujuan   atau  ijin bagi  penolong   untuk  melakukan
    tindakan:
    a.  Persetujuanyang dianggap diberikan atau tersirat
     Adalah  persetujuan yang  umum diberikan dalam keadaan penderita sadar atau normal.
    b.  Persetujuanyang dinyatakan
     Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis oleh penderita itu sendiri.

    Alat Perlindungan Diri (APD)
    Yang Perlu Disiapkan

    Sebagai pelaku PP, kita juga harus mengutamakan keselamatan diri sendiri. Jadi, kita memerlukan Alat Perlindungan Diri (APD).

    APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit. Alat perlindungan diri tidak perlu mahal.
    Contohnya :
         - Sarung tangan lateks
         - Masker penolong
         - Kacamata pelindung

    Kamu Harus Tau!
    Darah dan semua cairan tubuh bisa  menularkan penyakit...!

     
     Selain APD, dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan.
     Misalnya :
         - Kasa Steril
         - Pembalut gulung / perban
         - Pembalut perekat / plester
         - Gunting pembalut
         - Bidai            - Alkohol 70%
         - Pinset           - Kapas
         - Senter
         - Selimut

    + Gambaran PMR

    Nah,sekarang teman-teman sudah kenal dengan Palang Merah

    Selanjutnya kita juga akan mengenal tentang

    1. Kepemimpinan
    Teman-teman akan belajar kepemimpinan. Nantinya, dari pengetahuan yang didapatkan, diharapkan teman-teman dapat menjadi contoh yang positif bagi teman-teman lainnya sehingga mereka juga bisa menjadi lebih baik, atau bahkan menjadi yang terbaik. Selain itu juga menjadi peduli dengan teman, kreatif dan pandai bekerjasama dengan siapapun.

    2. Pertolongan Pertama
    Memberikan pertolongan pertama tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi kecelakaan dijalan raya, tetapi teman-teman juga bisa melakukannya kapan saja jika dibutuhkan. Misal ketika tangan kakak teriris pisau, adek demam sedangkan Bapak/Ibu tidak ada dirumah. Kira-kira apa ya yang dapat teman-teman lakukan? Dengan belajar pertolongan pertama teman-teman akan membangun karakter yang peduli dan mampu memberikan pertolongan pertama kepada keluarga dirumah dan teman-teman disekolah. Oh iya, kita bisa membantu teman-teman yang sakit disekolah melalui UKS.

    3. Remaja Sehat Peduli Sesama
    Apakah teman-teman sudah merasa bersih dan sehat? Bagaimana rasanya punya kakek-nenek angkat di panti jompo? Apa saja kandungan gizi makanan kita hari ini? Membantu posyandu? Merawat adik yang sedang demam? Yuk kita cari tahu tentang Remaja Sehat Peduli Sesama.

    4. Siaga Bencana
    Apa yang bisa kita lakukan sebelum musim hujan? Mengapa kita harus menjaga kelestarian hutan? Apakah yang dapat kita lakukan bagi teman-teman kita yang terkena bencana? Menghibur? Bagaimana caranya…?  Gampang aja, lewat PMR teman-teman akan mempelajarinya..kok.

    5.  Kesehatan Remaja
    Kok suaraku berubah ? Kok aku masih “ngompol” yah? Di PMR kita bisa mencari tahu mengapa itu semua terjadi. Dengan mengetahui semua serba-serbi tentang kesehatan reproduksi kita bisa hidup lebih sehat.

    6.  Donor Darah
    Waktu kakak sakit, Ayah perlu darah untuk kakak, untuk apa ya? Siapa aja yang bisa menyumbangkan darahnya? Yuuuk, kita ajak ibu, bapak, tante, om, dan guru-guru untuk jadi donor darah sukarela. Mau tahu lebih banyak, gabung PMR biar teman-teman bisa baca buku-buku PMR, dan sesekali datang ke Kantor PMI, dong... 

    Jumat, 16 April 2010

    + Prinsi Dasar

    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mempunyai dasar dan tujuan yang sama dalam pengabdiannya. Dalam menjalankan misinya Gerakan  tidak boleh terpengaruh oleh kepentingan apapun. Oleh karena itu sangat  diperlukan adanya prinsip dasar yang dapat dijadikan pedoman dan landasan moril  bagi kehidupan organisasi yang diakui dan dihormati secara internasional. Pada tahun 1921, Komite Internasional Palang Merah atau ICRC mencoba menyusun Prinsip Dasar yang  dirasa perlu sebagai dasar dalam setiap tindakan gerakan. Teks inilah yang menjelma  menjadi prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang  diproklamirkan dalam konferensi internasional Palang Merah dan Bulan Sabit  Merah Internasional di Wina- Austria tahun 1965,yaitu:


    + KEMANUSIAAN
    Gerakan palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang dilahirkan oleh Hendry Dunant keinginan untuk membantu tanpa diskriminasi para korban yang cedera dimedan perang, mencegah dan meringankan penderitaan umat manusia yang terjadi dimana saja, dengan memanfaatkan kemampuannya baik Nasional ataupun Internasional. Gerakan tersebut bertujuan melindungi kehidupan dan kesehatan dengan menjamin penghormatan terhadap manusia. Oleh karena itu diusahakan meningkatkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi diantara semua manusia.

    HUMANITY
    The International Red Cross and Red Crescent Movement, born of desire to bring assistance without discrimination to the wounded on the battlefield, endeavors, in it international and national capacity, to prevent and alleviate human suffering wherever it may be found .Its purpose is to protect life and health and to ensure respect for the human being. It promotes mutual understanding, friendship, co-operation and lasting peace amongst all peoples.

    + KESAMAAN
    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional tidak membedakan kebangsaan, ras, agama, status, atau pandangan politik. Gerakan ini berusaha meringankan penderitaan manusia dan hanya membedakan diantara para korban menurut keadaan kesehatannya, sehingga prioritas dapat diberikan kepada korban yang keperluannya paling mendesak

    IMPARTIALITY
    It makes no discrimination as to nationality, race, religious beliefs, class or political opinions. It endeavors to relieve the suffering of individuals, being guided solely by their needs, and to give priority to the most urgent cases of distress.

    + KENETRALAN
    Supaya tetap memperoleh kepercayaan dari semua pihak. Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional tidak boleh memihak dalam permusuhan atau melibatkan diri dalam pertikaian yang bersifat politik, rasial, keagamaan, maupun ideologis.

    NEUTRALITY
    In order to continue to enjoy the confidence of all, the Movement may not take sides in hostilities or engage at any time at controversies of political, racial and religious or ideological nature.
     
    + KEMANDIRIAN
    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional bersifat mandiri. Walaupun membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan medis dan mengikuti peraturan-peraturan di negara masing- masing. Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional harus selalu menjaga kemandiriannya, sehingga tetap dapat bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip yang disepakati oleh Gerakan tersebut.

    INDEPENDENCE
    The movement is independent. The National Society, while auxiliaries in the humanitarian services of their governments and subject to the laws of their respective countries, must always maintain their autonomy so that they may be able at all times to act in accordance with the principles of the movement.
     
    + KESUKARELAAN
    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional bersifat sukarela dan tidak bermaksud sama sekali untuk mencari keuntungan.

    VOLUNTARY SERVICE
    It is a voluntary relief movement not prompted at any manner by desire for gain

     

    KESATUAN
    Disetiap negara hanya dapat didirikan satu perhimpunan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah Nasional. Perhimpunan tersebut harus dibuka untuk semua orang dan harus menyelenggarakan pelayanan kemanusiaan diseluruh wilayahnya.

    UNITY
    There can be only one Red Cross or Red Crescent Society in any one country. It must be open to all. It must carry on its humanitarian work throughout its territory.

    + KESEMESTAAN
    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah gerakan yang diakui diseluruh dunia. Gerakan tersebut mencakup semua perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional yang mempunyai kedudukan, tanggung jawab serta tugas yang sama untuk saling membantu.

    UNIVERSALITY
    The International Red Cross and Red Crescent Movement, in which all Societies have equal status and share equal responsibilities and duties in helping each other, is worldwide.

    + Sejarah PMI

    Teman-teman, sekarang waktunya kita kenalan dengan Palang Merah Indonesia dan kegiatan apa saja yang dilaksanakan! 

    Saat Perang Kemerdekaan
    Peperangan, menimbulkan korban manusia. Pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, banyaknya korban yang berjatuhan memunculkan usulan untuk mendirikan Perhimpunan Palang Merah Indonesia. Usulan tersebut diajukan oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan kepada pemerintah Belanda pada tahun 1932. Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan kepalangmerahan dijalankan oleh Palang Merah Belanda cabang Hindia atau NERKAI (Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie) yang terbentuk tanggal 21 Oktober 1873. Usulan mendirikan palang merah bagiIndonesia oleh dr. RCL Senduk dan dr. Bahder Djohan  mendapat sambutan. Saat sidang konferensi NERKAI yang berlangsung tahun 1940 usulan mereka dibahas. Namun  sayang    usulan  itu ditolak  oleh  pemerintah Belanda karena menganggap rakyat Indonesia belum mampu mengatur organisasi palang merahnya sendiri. Membentuk perhimpunan Palang Merah memerlukan keahlian dan banyak persiapan yang tidak mudah. Meskipun ditolak, cita-cita dr.RCL Senduk dan dr.Bahder Djohan tidak surut. Mereka terus mengadakan sosialisasi dan konsolidasi ke berbagai pihak.

    Setelah Indonesia Merdeka  
    Akhirnya, Setelah  Indonesia  merdeka, pada tanggal 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan  Menteri Kesehatan saat  itu, Dr Buntaran Martoatmodjo untuk  membentuk Perhimpunan Nasional Palang Merah. Atas  perintah  Presiden, pada tanggal 5 September1945 dibentuklah susunan kepanitiaan beranggotakan 5 orang. Selanjutnya disebut dengan  Panitia  Lima. Mereka  mempunyai tugas menyusun rencana pembentukan Palang Merah Nasionalyaitu Palang Merah Indonesia.

    Ketua          : Dr. R.Mochtar
    Penulis         : Dr. BahderJohan
    Anggota      : Dr. Djoehana
                        Dr.Marzuki
                        Dr.Sitanala 

    Satu bulan setelah Indonesia merdeka, tepatnya tanggal 17 September 1945, lahirlah PMI atau Palang Merah Indonesia dengan ketua umum Drs. Moch Hatta yang sekaligus merupakan Wakil Presiden RI pertama.

    Kegiatan Palang Merah Indonesia 
    Pada saat PMI baru terbentuk, banyak kesulitan yang dihadapi. Kurangnya dana, peralatan dan sumber   daya manusia membuat gerak langkah PMI sedikit terhambat. Namun hambatan ini teratasi dengan    banyaknya sukarelawan yang bersedia bergabung dan membantu PMI. Berbagai kesulitan yang ada, sedikit demi sedikit dapat teratasi. Sebagai kegiatan awal, dibentuklah Pasukan Penolong Pertama (Mobile Colone) oleh cabang-cabang PMI. Saat itu baru terbentuk 40 cabang PMI di seluruh Indonesia. Anggota Pasukan    Penolong Pertama direkrut dari pelajar sekolah tinggi dan menengah. Pada permulaan tahun 1946, terkumpul 60 orang pelajar wanita yang dididik untuk menjadi pembantu juru rawat. Mereka dilatih dan diasramakan di Gedung Chr.HBS Salemba, Jakarta.

    Setelah menyelesaikan pelatihannya, sukarelawan itu dikirim ke berbagai daerah di luar Jakarta, termasuk    ke daerah-daerah yang masih dilanda pertempuran kecil. Sejak saat itu, Palang Merah Indonesia semakin   menunjukan keberadaannya sebagai  lembaga yang melakukan kegiatan  kepalangmerahan di Indonesia. 

    Agar kegiatan PMI mendapat keleluasaan dalam bertindak, maka PMI perlu mendapat perlindungan hukum dari negara. Perlindungan hukum itu juga merupakan syarat yang harus diberikan oleh negara, yang diatur  oleh  hukum  internasional, sebagaimana telah disepakati oleh seluruh negara di dunia, bahwa satu negara hanya boleh memiliki satu badan kepalangmerahan.

                                              

    + Sejarah Palang Merah


    A. Sejarah Gerakan
    Perang Solferino
    Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino, sebuah kota kecil yang terletak di daratan rendah Propinsi Lambordi, sebelah utara Italia, berlangsung pertempuran sengit antara prajurit Perancis dan Austria. Pertempuran yang berlangsung sekitar 16 jam dan melibatkan 320.000 orang prajurit itu, menelan puluhan ribu korban tewas dan luka-luka. Sekitar 40 ribu orang meninggal dalam pertempuran. 
    Banyaknya prajurit yang menjadi korban, dimana pertempuran berlangsung antar kelompok yang saling berhadapan, memang merupakan karakteristik perang yang berlangsung pada jaman itu. Tak ubahnya seperti pembantaian massal yang menghabisi ribuan orang pada satu waktu. Terlebih lagi, komandan militer tidak memperhatikan kepentingan orang yang terluka untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan. Mereka hanya dianggap sebagai ‘makanan meriam’. Ribuan mayat tumpang tindih dengan mereka yang terluka tanpa pertolongan. Jumlah ahli bedah pun sangat tidak mencukupi. Saat itu, hanya ada empat orang dokter hewan yang merawat seribu kuda serta seorang dokter untuk seribu orang. Pertempuran tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Perancis.
    Akibat perang dengan pemandangannya yang sangat mengerikan itu, menggugah Henry Dunant, seorang pengusaha berkebangsaan Swiss (1828 – 1910) yang

    + Lambang

    Lambang dipakai sebagai identitas atau tanda pengenal bagi orang-orang di suatu kelompok, daerah, negara atau apapun. Lambang adalah suatu ciri khas, termasuk Lambang Palang  Merah. Sebelum Lambang    Gerakan diadopsi, setiap pelayanan medis kemiliteran - setidaknya di Eropa, memiliki tanda pengenal  tersendiri. Austria misalnya, menggunakan  bendera  putih, Perancis bendera merah, atau Spanyol bendera kuning. Banyaknya tanda yang digunakan, menimbulkan akibat yang tragis. Walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personel medisnya, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal medis lawan mereka dan karena tanda-tanda pengenalyang dipakai itu bukanlah lambang yang universal serta tidak dipandang sebagai suatu halyang netral. 

    1.Lambang Palang Merah 
    Tahun1863, konferensi internasional diselenggarakan di Jenewa dan mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda pengenal Perhimpunan Nasional Palang Merah yang merupakan kebalikan dari bendera nasional Swiss. Tahun 1864, Konvensi  Jenewa yang pertama menyatakan bahwa lambang Palang Merah diatas dasar putih secara resmi diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata. Pada Konvensi Jenewa tahun 1906, waktu peninjauan kembali terhadap Konvensi Jenewa Tahun 1864, barulah ditetapkan lambang Palang Merah tersebut  sebagai  penghormatan terhadap Negara Swiss.

    2.  Lambang Bulan Sabit  Merah 
    Tahun 1876 saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja sosial yang tertangkap oleh Ottoman dibunuh semata-mata  karena  mereka  memakai ban lengan dengan gambar palang merah. Ketika pemerintah Turki diminta penjelasan mengenai hal ini, mereka menekankan kepekaan tentara muslim terhadap bentuk palang/salib dan mengajukan agar perhimpunan nasional serta pelayanan medis militer mereka, diperbolehkan untuk menggunakan lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah. Gagasan ini perlahan-pelahan mulai diterima,  memperoleh semacam pengesahan dalam bentuk  'reservasi'  dan  diadopsi sebagai lambang yang sederajat dengan lambang palang merah dalam konvensi tahun 1929. Lambang Bulan Sabit Merah di atas dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (sekarang Iran)diakui sebagai lambang pembeda dengan fungsi dan tujuan yang sama dengan lambang palang merah, dan singa dan matahari merah sebagaimana tercantum  pada Konvensi-konvensi Jenewa  1949 dan protokol tambahan Idan II 1977.

    3. Lambang Kristal Merah
    Tahun 2005 Kristal Merah di atas dasar putih diadopsi menjadi lambang alternatif apabila di suatu negara terjadi konflik bersenjata/perang atau bencana, maka negara yang menggunakan Lambang Palang Merah   atau Bulan Sabit  Merah, ICRC dan IFRC dapat menggunakannya secara khusus untuk kegiatan  kepalangmerahan yang dilaksanakan di daerah tersebut.

    Fungsi

    Sebagai Tanda Pengenal, Lambang digunakan pada masa damai atau pada saat tidak terjadi konflik, perang atau pada saat tidak terjadi bencana. Gunanya adalah sebagai tanda pengenal: 
    -  Identitas; bahwa seseorang adalah anggota Gerakan, staff, personel Perhimpunan Nasional, ICRC dan IFRC. 
    -  Hak milik; bahwa sesuatu seperti fasilitas, sarana, peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan adalah milik Gerakan (ICRC, Perhimpunan Nasional, IFRC).
    Dengan seizin Perhimpunan Nasional, tanda pengenal lambang dapat digunakan oleh pihak lain untuk tujuan mendukung kegiatan kepalangmerahan. 

    Sebagai Tanda  Perlindungan, Lambang digunakan ketika konflik, perang atau saat bencana terjadi. Fungsinya, untuk memberitahukan bahwa seseorang adalah anggota Gerakan dan menandai personel   medis militer,  sehingga    harus dilindungi. Tanda perlindungan juga digunakan untuk menandai fasilitas  medis   militer (bangunan,  peralatan, kendaraan termasuk kapal dan rumah sakit). Untuk tujuan ini, dalam pembuatan Lambang, tidak boleh ada sesuatu pun yang  ditambahkan  padanya, baik terhadap  Palang Merah, Bulan  Sabit Merah atau Kristal Merah atau pada dasar putihnya. Lambang tersebut harus berukuran  besar  dan mudah terlihat.

    Penyalahgunaan Lambang
    Tahukah kamu? Penggunaan lambang Palang Hijau milik Departemen Kesehatan, bukanlah merupakan penyalahgunaan lambang.

    Lambang yang tidak digunakan secara benar, disebut dengan penyalahgunaan lambang. Ada beberapa  macam penyalahgunaan yaitu:

    1. Peniruan 
    Penggunaan  tanda-tanda yang  mirip dengan Lambang Palang  Merah, namun sebenarnya  bukanlah  Lambang Gerakan Palang Merah. Tentu saja hal itu dapat disalah mengerti sebagai Lambang untuk Gerakan Palang Merah atau BulanSabit Merah. 
    2. Penggunaan yang Tidak tepat
    Yaitu Penggunaan Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah oleh kelompok atau perorangan terutama untuk tujuan komersial. Penggunaan oleh sesorang atau kelompok yang berhak namun tidak sesuai dengan Prinsip DasarGerakan.
    3. Pelanggaran Berat
    Penggunaan  lambang  Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dalam  masa perang untuk melindungi personel militer atau perlengkapan militer dianggapmsebagai kejahatan perang.